Sabtu, 18 Januari 2020

Hal-Hal yang Harus Diketahui Tentang Radiator Coolant Untuk Mobil

Takpars - Hampir setiap orang memiliki mobil bahkan banyak yang menggunakan mobil untuk rutinitas sehari-hari. Mobil memang memiliki keunggulan dan lebih nyaman dibandingkan jenis kendaraan lain. Tentunya frekuensi penggunaan mobil yang sangat sering harus dibarengi dengan perawatan mobil yang tepat agar mobil tetap dapat berfungsi dengan baik walaupun untuk perjalanan jauh, salah satunya yaitu dengan memeriksa radiator coolant untuk mobil secara rutin agar tidak overheat.  

Biasanya banyak yang lebih sering mengisi radiator dengan air biasa dibandingkan dengan cairan khusus yaitu radiator coolant. Keduanya memang sama-sama memiliki fungsi untuk menyerap dan memindahkan panas keluar dari dinding silinder sehingga mencegah mesin mobil menjadi panas atau overheat. 

Namun sebenarnya penggunaan air biasa tidak seefektif menggunakan radiator coolant dalam mencegah overheat mesin bahkan malah akan meningkatkan karat pada mesin mobil. Maka dari itu sebaiknya hindari penggunaan air biasa dan gunakan cairan khusus radiator agar mesin dapat tetap terjaga. 

Radiator coolant untuk mobil

Fungsi Radiator Coolant Untuk Mobil 

Fungsi radiator coolant yaitu untuk mencegah mobil dari overheat ataupun sebagai antifreeze. Suhu mesin mobil dapat bergantung pada frekuensi dan lamanya penggunanaan ataupun pada cuaca yang sedang terjadi sehingga ada kemungkinan mobil akan overheat atau beku. Maka dari itu fungsi cairan radiator coolant yaitu untuk mencegah mesin mobil menjadi overheat ataupun beku. 

Selain itu, radiator coolant juga dapat meredam udara panas pada mesin mobil saat terjadi pembakaran, khususnya pada mobil performa tinggi yang memiliki torsi sangat besar. Panas dari pembakaran tersebut tentunya dapat membuat temperatur mesin cepat panas dan bisa mengakibatkan kerusakan sepert setang seher bengkok, piston macet sampai-sampai menggerogoti dinding silinder. 

Jenis Cairan Radiator Coolant Untuk Mobil 


1. Radiator Coolant Biasa 

Jenis radiator coolant yang sering digunakan yairu cairan radiator coolant biasa. Cairan ini memiliki titik didih tinggi hingga 110 derajat celcius. Sehingga memiliki sifat yang baik dalam mendinginkan mesin mobil dan juga tidak mudah menguap jika terkena panas mesin mobil. 

2. Radiator Super Coolant 

Titik didih radiator coolant biasa sudah cukup tinggi namun radiator super coolant memiliki titik didih yang lebih tinggi lagi. Titik didih radiator super coolant mencapai hingga 130 derajat celcius. Jenis radiator coolant ini sangat cocok untuk mobil yang punya torsi besar. 

3. Radiator Antifreeze 

Selain melindungi mesin dari panas, terdapat jenis radiator coolant yang juga dapat melindungi mesin mobil dari cuaca ekstrim dingin sehingga mencegah mesin mobil menjadi beku. Jenis radiator coolant ini harus dicairkan terlebih dahulu dengan air biasa sebelum diisi. Radiator antifreeze memiliki titik didih 128 derajat celcius. 

Bahan Radiator Coolant Untuk Mobil 


1. IAT (Inorganic Additive Technology) 

IAT dikhususkan untuk mobil-mobil tua dengan jangka waktu ganti setiap 2 tahun sekali dengan jarak tempuh 24 ribu mil. 

2. OAT (Organic Acid Technology) 

OAT digunakan oleh pabrikan general motor yang biasanya diganti 5 tahun sekali atau setidaknya menempuh jarak 50 ribu mil.
 

3. HOAT (Hybrid Organic Acid Technology) 

HOAT merupakan lanjutan dari OAT dengan durasi penggantian yang sama seperti OAT. 

Pilihlah jenis radiator coolant yang berkualitas dan sesuai dengan jenis kendaran yang digunakan sehingga mesin mobil dapat terlingungi dan mobil dapat selalu berfungsi dengan baik dan dapat menempuh perjalanan jauh. Radiator coolant untuk mobil yang berkualitas dapat dibeli di www.autochem.id.